Mengapa Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara?
1. Mengapa
Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara? | Kerana umur saya pendek. Dengan
menulis, saya tetap bisa 'hidup' dan memberikan pelajaran bagi orang-orang
sepeninggal saya, melalui tulisan saya.
2. Mengapa
Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara? | Kerana jika menjadi pembicara, hanya bisa memberikan pencerahan pada limit quota
peserta sahaja . Itupun hanya bagi mereka yang menyaksikannya. Namun dengan
menulis, karya saya bisa dibaca lintas ruang, lintas generasi.
3. Mengapa
Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara? | Sebab sebagai pembicara, ada beberapa
materi yang kemungkinan besar tercecer, lupa disampaikan, atau bahkan mungkin
ada yang tak patut disampaikan. Namun dengan menulis, saya bisa menyuntingnya
berulang-ulang sebelum orang lain membacanya. Maka, kekata lebih teratur,
logika lebih kokoh, dan materi lebih terstruktur.
4. Mengapa
Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara? | Kerana saya sering futur. Dengan
menuliskan inspirasi, saya akan malu jika suatu hari nanti saya futur, atau tak
sesuai dengan apa yang saya tulis. Maka, menulis adalah menjaga stamina iman.
5. Mengapa Saya Menulis Bukan Menjadi
Pembicara? | Kerana kita mengantarkan hidayah Allah ke hati seorang hamba,
adalah lebih baik daripada bumi dan seisinya. Lalu, seperti apakah yang kita
dapatkan, jika tulisan kita mampu mampu mengantarkan hidayah Allah pada ribuan
bahkan jutaan pembaca?
6. Mengapa
Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara? | Sebab Allah memberi saya sebagian dari
karunia-Nya yang tak terbatas. Allah memberi saya ilmu. Lalu, dengan apa cara
saya mensyukurinya? Kecuali dengan menggunakan karunia ini untuk memperjuangkan
& berdakwah dijalan-Nya.
7. Mengapa
Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara? | Kerana, kemenangan Islam adalah
niscaya. Namun, ia bukan hadiah cuma-cuma. Ia harus diperjuangkan dengan segala
potensi yang kita punya. Saya ingin ambil bagian dalam memperjuangkan
kemenangan Islam. Salah satu peran kecil yang kuambil adalah: MENJADI PENULIS
MUSLIM.
8. Mengapa Saya Menulis Bukan Menjadi
Pembicara? | Kerana saya memiliki waktu. Sedangkan waktu, jika saya tak bisa
mengendalikannya dengan baik, syaithan akan mengendalikan saya untuk disibukkan
oleh waktu. Salah satu cara mengisi waktu agar syaithan tak mengganggu untuk
bermaksiat adalah, menulis di setiap kesempatan dan saya bisa melakukan aktifitas produktif,
9. Mengapa
Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara? | Kerana saya akn menjadi ayah dari anak-anak
saya kelak. Saya tak ingin mereka hanya mengenang nama saya setelah saya
meninggal. Tapi juga mengetahui isi kepala saya. Merasakan apa yang saya
rasakan. Memperjuangkan apa yang saya perjuangkan. Hingga, jika mereka dewasa
nanti, kemudian ada yang bertanya, "Ayahmu siapa?" Semoga mereka bisa
menjawab dengan gagah, "Ayahku adalah Seorang Pejuang Islam."
10. Mengapa
Saya Menulis Bukan Menjadi Pembicara? | KERANA SAYA HARUS MENULIS
Salam
Vian Atzu




0 komentar:
Posting Komentar